Yap, seseorang nun jauh di pulau seberang sana mengajarkan saya akan hakikat kesabaran dan perbuatan baik.
Yang paling berkesan bagi saya adalah mengenai kewajiban berbuat baik.
Kita boleh saja menuntut diri kita berbuat baik terhadap org lain, menjaga harga diri serta kepercayaan mereka dan menjunjung tinggi loyalitas atau kesetiaan.
Ketika bersalah, saya mewajibkan diri saya meminta maaf dengan segenap kerendahan diri, namun ada pula ketika org lain melakukan kesalahan, menghianati kepercayaan hingga melukai perasaan dan harga diri saya di muka umum dan kemudian tidak ad terlihat penyesalan serta usaha untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan dan memperbaiki luka hati saya.
Namun perkataan dan nasehat org ini mengingatkan saya bahwa saya berkewajiban untuk bersabar dan memaafkan akan tetapi saya tidak bisa memaksa org lain untuk melakukan hal yang sama terhadap saya.
Saya tentu mengharapkan penyesalan dan permintaan maaf serta perubahan dari org yg telah menyakiti saya, namun saya sadar bahwa penyesalan dan rasa bersalah datang dari hati masing masing manusia, saya bisa mengharapkannya akan tetapi tidak bisa memaksakan kemauan hati manusia.
Saya berprinsip untuk sangat menjaga kepercayaan dan kesetiaan atau loyalitas, apapun itu godaannya saya tegas menolak. Saya keras terhadap komitmen saya. Saya akan sangat membenci jika saya melakukan ketidaksetiaan dan pengkhianatan, Saya sangat mempercayai karma, saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak bersikap khianat serta menjaga kepercayaan org lain. Tetapi saya tidak bisa memaksakan org lain utk berbuat sama seperti saya.
Saya berusaha untuk menjaga aib org lain, menjaga harga diri mereka didepan org lain, saya berbicara apa adanya terhadap org lain akan tetapi menjaga nada bicara saya menjaga perasaan mereka agar tidak terluka oleh lisan saya, akan tetapi jika org lain tdk melakukan hal serupa kepada saya, membuka aib saya, menghardik didepan umum. Saya sadar perbuatan dan etika mereka untuk memperlakukan saya diluar kendali saya.
Saya berkeyakinan untuk menyelesaikan permasalahan dg diskusi dan saling membuka diri dg org lain, kemudian merubah apa yg tidak mereka suka dr sikap saya terhadap mereka. Namun ketika mereka tak mendengarkan permintaan saya, keras hati untuk tidak merubah sikap yg melukai saya. Saya tidak pula dapat memaksa mereka untuk berubah, semua berasal dari kesadaran diri dan lubuk hati mereka untuk menjaga hubungan dan perasaan sesama, saya tidak bisa paksa.
Ketika harga diri saya dilukai didepan umum,
Ketika hal baik yg saya lakukan mendapat balasan yg bertolak dr ap yg saya harapkan tentu perasaan saya akan terluka, merasa kecewa, harapan saya hancur serta hati saya patah, namun lagi lagi saya tidak berdaya untuk memaksa, saya kecewa dan terluka tapi saya hanya bisa bersabar semoga semua ad hikmahnya.
Ketika saya memperjuangkan org lain, sejujurnya saya juga sangat ingin diperjuangkan dan ketika saya menjaga hati org lain saya juga sngat ingin dijaga hatinya. Akan tetapi saya tdk puny kendali utk memaksa.
Meski sulit saya berusaha menerima bahwa saya bisa menuntut diri saya utk menjaga kepercayaan, mencintai setulus hati, berbuat baik kpd org lain yg merupakan kewajiban saya, tapi saya tdk bisa memaksa dan mengendalikan bagaimana org lain harusnya memperlakukan saya. Semua manusia memiliki hati mereka, saya berkewajiban menjaga hati mereka, namun jika mereka tdak menjaga hati saya, saya tidak bsa brbuat apa apa, semua tergantung hati mereka pula. Tidak ad yg berkewajiban utk berbuat baik kpd saya selain ayah dan ibu saya. Saya kecewa akan tetapi saya harus menerima dan lpang dada. Kewajiban bagi saya utk berbuat baik terhadap org lain, kebaikan org lain thd saya adalah bonus.








0 comments:
Post a Comment